Struktur Data
nah dalam perkuliahan struktur data kita akan mempelajari yang namanya array, stack, buble shot, linked List dan banyak lagi yang lainnya yang di ajarkan pada semester genap (2) .
untuk teman-teman yang lagi mempelajari array dengan pemanggilan yang di urut dan pemanggilan dengan acak disini akan memberikan sedikit source code Array acak dan Array urut
atau bisa langsung Ambil disini 1 2
[ Read More ]
Wednesday, May 30, 2012
Tuesday, May 22, 2012
Speak English or LIStening
Dari Judulnya sudah.... woww
berbicara bahasa inggris....
Oke..
saya ingin membagikan sebuah cara untuk anda yang ingin belajar berbahas ingris dari segi baca or listening..
nah kebanyakan dintara kita yang belajar bahasa inggris umumnya orang indonesia sangat sulit sekali untuk mengucapkan sebuah tulisan bahasa inggris yang tepat dan benar tapi dengan adanya layanan seperti ini teman-teman yang ingin sekali mengetahui bacaan inggris yang benar tema- taman akan saya ajak kesebuah web yang akan menuntun kalian bisa dan dapat menirunya dalam melafalkan atau pengucapan bahasa inggri yang benar...cukup meletakkan kursor (mouse) ke tulusan inggris yang kalaian suka secara otomatis akan mengeluarkan suara bahasa inggis yang benar mudah bukan ..
jadi teman-taman tidak susah lagi untuk datang ke luar negri atauBali dan tempat lainnya yang banyak dikunjungi turis.. hehe pengiritan :D
Oke langdung saja teman-teman MASUK ke Web Listening or speakEnglish
ATAU BISA LANGSUNG KLIK GAMBAR DIBAWAH
[ Read More ]
Sunday, April 29, 2012
The Meaning Of an Attitude Of Success
Ada beberapa pengertian tentang sikap (attitude) dan perilaku (behavior) menurut beberapa sumber diantaranya :
Carl Jung (www. wikipedia.org) seorang ahli yang membahas tentang sikap. Ia mendefinisikan tentang sikap sebagai "kesiapan dari psike untuk bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu". Sikap sering muncul dalam bentuk pasangan, satu disadari sedang yang lainnya tidak disadari.
Webster's Ninth New Collegiate Dictionary
Attitude :
1. The arrangement of the parts of a body or figure: POSTURE (Susunan bagian-bagian
tubuh atau gambar: POSTUR)
2. a. A Mental position with regard to a fact or state (Posisi mental yang
berkaitan dengan fakta atau keadaan)
b. A Feeling or emotion toward a fact or state ( Perasaan atau emosi terhadap
sebuah fakta atau keadaan)
3. A Position assumed for a specific purpose. (Posisi diasumsikan untuk tujuan
tertentu )
4. A ballet position similar to the arabesque in which the raised leg is bent at the
knee (Posisi balet mirip dengan endy (arab, fantatis) di mana kaki yang terangkat
adalah menekuk lutut)
5. The position of an aircraft or spacecraft determined by the relationship between
its axes and a reference datum (as the horizon or a particular star) (Posisi
pesawat terbang atau pesawat ruang angkasa ditentukan oleh hubungan antara sumbu
dan dukungan fakta (sebagai cakrawala atau bintang tertentu))
6. An organismic state of readiness to respond in a characteristic way to a stimulus
(as an object, concept, or situation) (Kesiapan sebuah keadaan rauntuk merespons
dengan cara yang khas untuk suatu rangsangan (sebagai objek, konsep, atau
situasi))
Behavior :
1. The manner of conducting oneself (Dengan cara melakukan diri)
2. a. Anything that an organism does involving action and response to stimulation
(Apapun yang melibatkan suatu organisme melakukan tindakan dan respon
terhadap rangsangan)
b. The response of an individual, group, or species to its environment (Tanggapan
dari seorang individu, kelompok, atau spesies dengan lingkungannya)
3. The way in which something (as a machine) behaves (Cara di mana sesuatu (sebagai
mesin) berperilaku)
Sumber di www. wikipedia.org menjelaskan sikap adalah perasaan seseorang tentang obyek, aktivitas, peristiwa dan orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yang merepresentasikan suka atau tidak sukanya (positif, negatif, atau netral) seseorang pada sesuatu.
Seseorang pun dapat menjadi ambivalen terhadap suatu target, yang berarti ia terus mengalami bias positif dan negatif terhadap sikap tertentu.
Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian. Sikap dikembangkan dalam tiga model, yaitu afeksi, kecenderungan perilaku, dan kognisi. Respon afektif adalah respon fisiologis yang mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu. Kecenderungan perilaku adalah indikasi verbal dari maksud seorang individu. Respon kognitif adalah pengevaluasian secara kognitif terhadap suatu objek sikap. Kebanyakan sikap individu adalah hasil belajar sosial dari lingkungannya.
Bisa terdapat kaitan antara sikap dan perilaku seseorang walaupun tergantung pada faktor lain, yang kadang bersifat irasional. Sebagai contoh, seseorang yang menganggap penting transfusi darah belum tentu mendonorkan darahnya. Hal ini masuk akal bila orang tersebut takut melihat darah, yang akan menjelaskan irasionalitas tadi.
Sikap dapat mengalami perubahan sebagai akibat dari pengalaman. Tesser (1993) berargumen bahwa faktor bawaan dapat mempengaruhi sikap tapi secara tidak langsung. Sebagai contoh, bila seseorang terlahir dengan kecenderungan menjadi ekstrovert, maka sikapnya terhadap suatu jenis musik akan terpengaruhi. Sikap seseorang juga dapat berubah akibat bujukan. Hal ini bisa terlihat saat iklan atau kampanye mempengaruhi seseorang.
Lou Holtz berpendapat Ability is what you're capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it." (Kemampuan adalah apa yang Anda mampu lakukan. Motivasi menentukan apa yang Anda lakukan. Sikap menentukan seberapa baik Anda melakukannya.)
Funmi Wale-Adegbite berpendapat “Success is 80% attitude and 20% aptitude." (Sukses adalah 80% sikap dan 20% bakat)
Harry F. Banks pendapat "For success, attitude is equally as important as ability." (Untuk sukses, sikap adalah sama sama pentingnya dengan kemampuan)
Lupa berpendapat “ Attitude determines your Latitude “Sikap menentukan kebebasan Anda
Diktat pada mata kuliah Psikologi Umum Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, perilaku adalah segenap manifestasi hayati individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang paling nampak sampai yang tidak tampak, dari yang paling dirasakan sampai yang paling tidak dirasakan
William Wiguna : www.careplusindonesia.com berpendapat bahwa attitude is everything (Sikap adalah Segalanya), attitude is a little thing, but can make big differences. (Sikap adalah suatu hal kecil, tetapi dapat menciptakan perbedaan yang besar). Sikap berperan sangat penting terhadap kesuksesan atau kebahagiaan seseorang. Sejumlah ilmuwan dari universitas terkemuka di dunia mengungkapkan bahwa manusia dapat menggali potensinya secara lebih mendalam dan luas dengan sikap yang positif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap ribuan orang-orang yang sukses dan terpelajar, berhasil disimpulkan bahwa 85% kesuksesan dari tiap-tiap individu dipengaruhi oleh sikap. Sedangkan kemampuan atau technical expertise hanya berperan pada 15% sisanya.
Sri Utami Rahayuningsih (2008) Psikologi Umum 2 – Bab 1: Sikap (Attitude) adalah
1. Berorientasi kepada respon : : sikap adalah suatu bentuk dari perasaan, yaitu
perasaan mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung
(Unfavourable) pada suatu objek
2. Berorientasi kepada kesiapan respon : sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi
terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu, apabila dihadapkan pada suatu
stimulus yang menghendaki adanya respon. : suatu pola perilaku, tendenasi atau
kesiapan antisipatif untuk menyesuaikan diri dari situasi sosial yang telah
terkondisikan.
3. Berorientasi kepada skema triadic : sikap merupakan konstelasi komponen-komponen
kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami,
merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek di lingkungan sekitarnya.
Sumber: Kamus Inggris Indonesia (John M. Echols dan Hassan Shadily,Jakarta: Gramedia, 1996)
Attitude :
1. sikap
2. pendirian
3. letak
Behavior :
1. kelakuan
2. tindak-tanduk
3. jalan
Sumber: Kamus Umum Bahasa Indonesia (Prof.Dr. J.S. Badudu – Prof. Sutan Mohammad Zain, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994) :
Sikap :
1. tokoh, bentuk tubuh
2. cara berdiri atau duduk
3. pendirian
Tindak –tanduk : bermacam-macam perbuatan
Kamus Komputer dan Teknologi Informasi (www.total.or.id) , tingkah laku arti istilah Behavior dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut Sifat, kelakuan, tindak tanduk
Crider AB, Goethals GR, Kavanaugh RD, Solomon PR: Psychology. Scott, Foresman and Co., Glenview, 1983, dari ilmu Psikologi dapat didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Perilaku adalah aktivitas yang dapat diobservasi, direkam, dan diukur; termasuk perubahan jasmaniah (fisiologik). Proses mental termasuk pikiran, memori, emosi, motivasi, mimpi, persepsi, dan kepercayaan (beliefs).
www. wikipedia.org, Tingkah Laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu
1. Pendekatan neurobiologis
Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiologis berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental.
2. Pendekatan perilaku
Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
3. Pendekatan kognitif
Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
4. Pendekatan psikoanalisa
Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
5. Pendekatan fenomenologi
Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.
Refferens
[ Read More ]
Wednesday, April 25, 2012
Scribd how to download your file (File Scribd)
The first entry in the file you want after you download it and who you want alupa ling download your copy then you should go HERE After that you enter the results you want to copy the link download it and enter the code in the box and click download file is complete ...
good luck and helpful ....
[ Read More ]
Tuesday, March 27, 2012
CARA BELAJAR MAHASISWA
Andragogi sebagai konsep dalam belajar mahasiswa sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat, terutama di kalangan perguruan tinggi. Andragogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “aner” yang berarti orang dewasa, dan “agogos” yang berarti memimpin.
Publikasi Malcolm Knowles, lewat bukunya The Adult Leaner adalah model andragogi sebagai teori belajar yang tepat untuk orang dewasa.
Empat konsepsi pokok andragogi yang tertuang dalam buku tersebut antara lain :
Perubahan dalam konsep diri (self concept), yaitu seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke pengarahan diri alias mandiri.
Peranan pengalaman, individu tumbuh matang dan mengumpulkan banyak pengalaman, dalam hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya dan pada waktu yang sama memberikan dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru.
Kesiapan belajar, tiap individu menjadi matang maka belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologiknya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan tugas perkembangan untuk peranan sosialnya.
Orientasi belajar, orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan problem-problem kehidupan (problem centered orientation).
Langkah-langkah agar menjadi mahasiswa yang berkualitas dapat dilakukan dengan mengetahui informasi lebih awal, adanya kesadaran waktu, pergaulan dan kegiatan (sosialisasi) dan pendewasaan berpikir. Oleh karena itulah setiap kampus perguruan tinggi punya peran masing-masing dalam membentuk mahasiswanya baik melalui kegiatan, pergaulan maupun pembelajaran-pembelajaran yang tidak diperoleh di dalam kelas. Lebih bersifat ke arah pengembangan diri daripada pengembangan akademis.
Sebagai mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, maka dalam setiap aktivitas akademik maupun non akademik tetap mengutamakan rasa tanggung jawab baik belajar dan kreativitasnya.
Ciri-ciri belajar :
- mudah menangkap dan mamahami pelajaran
– mudah mengingat dan mengingatkan
– memiliki perbendaharaan kata yang bervariasi
– penalaran dan pola pikir yang tajam
– daya konsentrasi yang baik
– berpengalaman luas
– senang membaca
– mampu mengungkapkan pikiran secara lisan atau tertulis
– mampu mengamati dengan jelas terhadap setiap perubahan
– rasa ingin tahu yang tinggi
– mampu mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, menguji gagasan, mencapai kesimpulan
Ciri-ciri bertanggung jawab :
- tekun menghadapi tugas dengan tuntas
– ulet, pantang menyerah dan putus asa
– mampu berprestasi mandiri
– selalu ingin mendalami pengetahuan
– berusaha berprestasi lebih baik
– senang dan rajin belajar
– menghadapi masalah dengan kedewasaan
– cepat bosan dengan tugas rutin
– mampu mempertahankan pendapat
– menunda kepuasan sesaat untuk mencapai tujuan lebih baik di kemudian hari
Ciri-ciri kreatif :
- memiliki rasa ingin tahu yang dalam
– sering mengajukan pertanyaan yang berbobot
– banyak memberi gagasan positif
– mampu berpendapat secara spontan
– menonjol dalam satu bidang studi
– sulit dipengaruhi oleh pendapat orang lain
– mempunyai rasa humor
– mempunyai daya imajinasi
– mempunyai ide-ide cemerlang dan bermanfaat bagi orang banyak
– mampu mengajukan pikiran, gagasan, dan pendapat yang berbeda dengan orang lain
Untuk menjadi mahasiswa yang sukses secara akademis ada beberapa jurus yang dapat dipergunakan dalam kaitannya dengan konsep andragogi seperti yang telah dipaparkan di atas. Jurus-jurus tersebut diantaranya adalah :
Keteraturan, kiatnya adalah dengan membuat catatan ringkas, rapi dan jelas agar belajar menjadi mudah. Berpikir dan bekerja teratur sehingga dapat mengerti dan meguasai ilmu yang didapat.
Disiplin belajar, dalam ini perlu ditanamkan niat yang kuat, serta keteguhan hati dan tekad untuk membiasakan diri dalam belajar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Membiasakan disiplin bisa menjadi proses pembentukan watak dan pribadi yag baik.
Konsentrasi dan manajeman waktu yang baik, yaitu memusatkan pikiran tentang pokok suatu masalah yang dihadapi, termasuk ketika menghadapi ujian maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas. Selain itu konsen pula dalam mengembangkan minat, memperluas cakrawala serta sosialisasi dalam berbagai macam aktivitas dengan mengelola waktu yang tersedia.
Memanfaatkan perpustakaan sebagai pendukung dalam belajar, seperti kita ketahui bersama bahwa perpustakaan adalah pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang tidak dapat dikesampingkan keberadaannya terutama dalam dunia pendidikan. Ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa perpustakaan adalah jantungnya pendidikan, dan perpustakaan dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan peradaban suatu bangsa.
Tak hanya mahasiswa di lingkup perguruan tinggi saja yang dapat menerapkan konsep andragogi dalam belajar, namun para pelajar dan masyarakat pada umumnya pun dapat menerapkan konsep tersebut sebagai bentuk kemandirian.
Subscribe to:
Posts (Atom)










